Ibadah Online 21 Juni 2020


Dirumah saja brsama Yesus anak SM


Ibadah Online 14 Juni 2020


ibadah online 7 Juni 2020


ibadah Pentakosta 31 Mei 2020


Ibadah Online, 24 Mei 2020


Ibadah Online Kenaikan Tuhan Yesus Kesurga, 21 Mei 2020


Ibadah online, 17 Mei 2020


IBADAH ONLINE 10 Mei 2020


Ibadah online minggu 3 Mei 2020


IBADAH ONLINE MINGGU 26 APRIL 2020


IBADAH ONLINE 5 APRIL 2020


IBADAH ONLINE, MINGGU 19 APRIL 2020


Ibadah Paskah Online 12 April 2020


Ibadah Jumat Agung Online tanggal 10 April 2020

Retreat Keluarga GKT PPI Bondowoso








Retreat Keluarga besar GKT Pos PI Bondowoso ini diselenggarakan pada tanggal 31 Agustus-2 September 2017. bertempat di Cempaka Hill Hotel-Jember.
Sebagai pembicara ialah Bapak Brury Eko Saputra

Ringkasan Khotbah Minggu 29 Oktober 2017-Ev Effendy Zamazi

SOLI DEO GLORIA, ROMA 11:36

Roma 11:36, “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

            Sejarah mencatat bahwa Gereja pernah mengalami pergumulan yang sangat berat,  berkaitan tentang ajaran-ajaran  yang menyimpang dari kebenaran Firman Allah.  Namun bersyukur kepada Tuhan pada abad 16, Tuhan mengutus dan memanggil hamba-hambaNya untuk mengumandangkan kebenaran, mengembalikan esensi gereja sesuai ajaran kitab suci.  Dan oleh para reformator yang dipakai oleh Tuhan,  mengadakan  reformasi gereja, dan merangkumkan  lima dasar pokok-pokok iman yang disebut dengan Lima Sola.

Sola Scriptura (Hanya Alkitab). Alkitab adalah Firman Allah dan itulah yang menjadi standart kebenaran.
Sola Fide (Hanya Iman). Hanya dengan iman kepada Yesus manusia diselamatkan.
Sola Gratia (Hanya Anugerah).  Keselamatan diperoleh bukan karena usaha manusia, tetapi Anugerah Allah.
Solus Christus (Hanya Kristus). Jalan satu satunya untuk mendapatkan kehidupan kekal hanya melalui Yesus Kristus.
Soli Deo Gloria (Segala kemuliaan Hanya bagi Allah).  Wujud  syukur orang yang sudah memperoleh anugerah keselamatan  yaitu memuliakan Allah.

Soli Deo Gloria.
Rasul Paulus sangat menyadari bahwa segala sesuatu yang dia peroleh adalah anugerah Tuhan semata. Keselamatan yang didapatkan pun adalah anugerah Tuhan, dan inilah yang menjadi dasar pemahaman dan pemikiran bagi Paulus, bahwa   sebagai orang yang sudah menerima anugerah Allah tidak boleh tidak hidupnya memuliakan Allah.
Apa itu memuliakan Allah?
Memuliakan Allah,  bukan hanya  saat beribadah di gereja, dan tidak cukup  hanya mulut saja yang memuliakan Allah. Namun memuliakan Allah itu sifatnya total ( artinya seluruh kehidupan kita, kapanpun dan  dimanapun berada harus hidup memuliakan Tuhan).
Kehidupan seperti apa yang memuliakan Allah?

a.      Hidup dalam kebenaran (Firman Allah yang menjadi pedoman hidup sehari hari)
b.      Hidup dalam keadilan (Seperti yang Tuhan kehendaki)
c.      Hidup dalam kasih  (Kasih kepada Tuhan dan sesama)
d.      Hidup yang meneladani Kristus.

Praktik hidup memuliakan Tuhan di terapkan di;
a.      Di rumah tangga
b.      Di tempat pekerjaan
c.      Di tengah masyarakat
d.      Di Gereja.
Ringkasan Kotbah Minggu, 29 Oktober 2017 Oleh Ev. Efendy Zamazi dari GKT Probolinggo


Ringkasan khotbah Minggu, 29 Mei 2016 oleh Pdt. GUMULYA DJUHARTO

KELUARGA YANG MENYENANGKAN ALLAH
Kejadian 27:1-10
            Keluarga yang menyenangkan Allah adalah keluarga yang berpusatkan pada Kristus dan berlandaskan firman Tuhan yang tertanam dalam hati dan bukan sekedar peraturan belaka. Artinya firman Tuhan menjadi dasar yang dipraktekkan dalam kehidupan agar hidup kita makin serupa Kristus bukan dunia ini. Ada beberapa ciri keluarga yang menyenangkan Allah, yang hidup mempraktekkan Firman Tuhan demi makin serupa dengan Dia.
            Mengedepankan kejujuran. Atau dengan kata lain tidak ada modus (modal dusta) di antara kita. Keluarga yang berlandaskan Firman Tuhan dan ingin makin serupa dengan Kristus haruslah mengedepankan kejujuran dan bukan memiliki rencana-rencana tersembunyi demi kepentingan diri sendiri. Teks kita menceritakan tentang keluarga Ishak dimana Ishak ternyata lebih menyayangi Esau sehingga membuat rencana hanya memberkati Esau sebelum dia mati. Ribka sebaliknya, dia lebih menyayangi Yakub sehingga mencari cara sedemikian rupa termasuk menghalalkan segala cara untuk merebut berkat itu demi Yakub anak kesayangannya. Keluarga tidak mungkin dapat menyenangkan hati Allah kalau masing-masing mengedepankan kehendak dan kemauan diri sendiri sehingga menyembunyikan sesuatu dan mulai mempraktekkan kebohongan.  
            Mengesampingkan Kesenangan Pribadi Demi Menolong Anggota Yang Lemah. Jelas terlihat bahwa Ishak menyukai Esau karena 2 alasan. Pertama, karena Esau terlihat macho (gagah dan lelaki tulen) dan suka berburu sehingga mampu memuaskan kesenangan Ishak. Kedua, karena Yakub lebih terlihat sebagai orang rumahan dan kurang terlihat macho. Tetapi apakah itu alasan tepat? Tidak karena bila orang tua menyayangi salah satu anaknya karena kelebihannya yang dimilikinya, orang tua tersebut mengabaikan kelemahan anaknya!. Terbukti Esau hanya terlihat macho diluar. Segera setelah berkat Ishak diberikan kepada Yakub, dia meraung-raung dengan keras. Esau terlihat rapuh di dalam. Demi menciptakan keluarga yang menyenangkan Allah, orang tua harus mengesampingkan kesenangan pribadi, khususnya kepuasan terhadap anak yang dianggap baik, pintar, cakep dsb dan konsentrasi pada kelemahan anak2 tersebut supaya kita dapat menolongnya untuk mengatasi kelemahan mereka. 
            Mengenal dan mengalami berkat sejati. Kunci masalah dalam teks kita adalah penafsirankonsep “berkat”. Benarkah hanya satu berkat yang dapat diberikan Ishak keapada anak2nya ? Perhatikan yang dikatakan Ishak terkait berkat yang akhirnya diberikan kepada Esau, “.... apabila engkau berusaha sungguh2, engkau akan melemparkan kuk itu dari tengkukmu (ay.40). Apakah ini gambaran koreksi Ishak sendiri terhadap konsep berkat yang membuatnya menyusun rencana tersembunyi hanya untuk memberkati Esau ? Apakah juga ada berkat dari tanah2 tandus ketika kita sungguh2  mengusahakannya & bukan hanya berkat dari tanah2 gemuk ? Dari bagian2 lain Alkitab kita menemukan bahwa berkat sejati bukan sekedar bicara tentang berkat materi melainkan yang paling pertama dan utama adalah berkat dihati baik itu kedamaian, sukacita dsb yang biasanya menyebar ke area2 lain dalam hidup kita. Sudahkan kita mengubah pola berpikir kita bahwa berkat itu hanya berarti uang melimpah, kerjaan lancar, semua beres ? Bukankah Tuhan dapat mengubah keadaan yang secara manusia tidak baik ? Bahkan kita diijinkan Tuhan melewati hal2 yang tidak menyenangkan karena ada berkat2 rohani dari perjuangan iman tersebut ?
Ringkasan khotbah Minggu,  29  Mei  2016 oleh Pdt. GUMULYA DJUHARTO

Ringkasan khotbah Minggu, 22 Mei 2016 oleh Lz. Y. NELSON LUAN

MENGENAL NAMA MU - MAZMUR. 46:1-12

Allah kita adalah Allah yang besar, Allah yang dikenal oleh segala bangsa. Bangsa Israel  mengenal nama Allah dengan berbagai sebutan: Adonai         : Tuan, Tuanku atau Allah yang perkasa, El: Allah yang kuat, Elohim: Sang pencipta yang Maha Kuasa, Elyon: Allah yang Maha tinggi, Elohe Yisrael: Allah Israel, El Olam: Allah yang kekal, El Roi: Allah yang melihat, El Shaddai: Allah yang Maha Perkasa, Immanuel: Allah beserta kita.  
1.      Allah Sang Pencipta yang Maha Kuasa (Elohim)
Allah telah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya.  dijadikan begitu mulia dan sangat berharga. Allah menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan. Seperti burung-burung diudara Ia pelihara apalagi kita sebagai umat Ciptaan-Nya sendiri yang telah dirancang dengan sedemikian rupa.
Allah menjaga kita, tahu apa yang menjadi kebutuhan umatNya, Ia akan melakukan apa pun sesuai dengan kehendak-Ny, berkuasa hidup manusia, menentukan hidup maupun mati. Semua ada didalam tangan pengasihan-Nya.
2.      Allah yang Maha Melihat (El Roi)
Tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dihadapan-Nya. Manusia dengan cara apapun tidak dapat bersembunyi daripada-Nya.Tidak ada satu dosa pun  yang dapat tersembunyi dari Allah. Berkaitan dengan dosa, kita seringkali berpikir bahwa apa yang diperbuat tidak dapat diketahui oleh banyak orang selain kita sendiri dan Tuhan.  Mata Tuhan tidak seperti manusia, apa yang kita lakukan yang tersembunyi sekalipun Ia tahu. Ia melihat kita dan setiap pergumulan kita.  Ketika menghadapi pergumulan atau ujian yang berat, jangan mengeluh dan cepat menyalahkan Tuhan, seolah Dia tidak tau dan membiarkan kita sendiri menghadapi setiap permasalahan kita seorang diri.
Penting memiliki pemahaman yang benar tentang tujuan dari ujian yang  Allah ijinkan adalah supaya mengetahui bahwa kitai tidak mampu menghadapinya. Sehingga kita merasa membutuhkan Tuhan untuk menghadapinya.
3.      Allah yang selalu beserta Kita (Immanuel)
 Allah Immanuel adalah Allah yang selalu menyertai, membimbing menuntun umat pilihan-Nya. Allah  berjanji  menyertai manusia. Allah yang Immanuel,  sudah dan akan selalu beserta kita.  Penting  mengenal siapa Allah kita. Supaya tidak diombang ambingkan oleh pengajaran-pengajaran yang tidak benar. Dia adalah Allah yang Menciptakan kita, Dia Allah yang mengetahui atau melihat siapa diri kita dan Dia Allah yang akan menuntun dan menyertai kita selama-lamanya. Dia adalah kota benteng dan tempat perlindungan kita. Kepada Dialah kita berharap dan berlindung, maka yakin dan percayalah bahwa Ia akan menuntun dan menyertai kita sampai selamanya.  

Ringkasan khotbah Minggu,  22  Mei  2016 oleh Lz. Y. NELSON LUAN