Ringkasan khotbah 11 Januari 2014 oleh Ev. ANAM PENI ASIH

CAMPUR TANGAN TUHAN DALAM KEHIDUPANKU
Roma 8:28
Ketika menghadapi kesulitan yang seolah-olah tanpa ada akhirnya seringkali kita akan bertanya “Apakah Allah mengerti dan peduli “?
*) Ketika kita sudah lama berdoa, mungkin kita sampai capek ber-ulangkali berdoa sampai capek, kemudian belum mendapat jawaban. Kita juga bertanya Apakah Allah mengerti dan peduli ?
*) Ketika kita tahu bagaimana Timsar, Basarnas, dari berbagai Negara datang ke Indonesia membantu mencari jenazah dari pesawat Air Asia yang hilang, orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya juga ikut mendoakan supaya semua  jenazah yang hilang dapat ditemukan. Namun dalam sudah 2 Minggu belum ketemu semua. Maka bisa muncul pertanyaan, Apakah Tuhan, mengerti, campur tangan dan peduli ?
Jawaban semua pertanyaan tersebut adalah TUHAN mengerti, peduli dan campur tangan. Dalam Roma 8:28 memberitahukan bahwa Tuhan mengerti dan campur tangan dalam segala sesuatu.
Siapakah yang dapat mengerti bahwa Tuhan campur tangan dlm segala sesuatu ?
*) YANG MENGASIHI Tuhan
Surat Roma ini di tulis Paulus ditujukan untuk jemaat di Roma. Paulus memberitahukan bhw ketika ia mengalami penderitaan itu  tdk ada bandingnya dgn sukacita yang akan dialami pd masa yang akan datang. Walaupun menderita memberitahukan spy jemaat tekun berharap kepada Tuhan. Jemaat ini dapat merasakan campur tangan jika mereka mengasihi Tuhan. Paulus bukan hanya memberitahu jemaat  mengasihi Tuhan tetapi ia sendiri juga mengasihi Tuhan, sehingga merasakan campur tangan Tuhan dalam perjalanan hidupnya dalam mengikut Tuhan. Apa penderitaan yang dialami Paulus, berulang kali ia dipenjara krn memberitakan Injil, di dera, dilempari batu, mengalami karam kapal ditengah laut (2 Kor. 11:23-28). Ketika mengasihi Tuhan akan merasakan campur tangan Tuhan. Tuhan campur tangan bukan berarti semuanya lancer, tanpa kesulitan, tanpa tantangan tetapi dapat menghadapi semua itu karena kita bersama Tuhan. Kita akan mengerti dan merasakan, bahwa Tuhan selalu campur tangan dalam kehidupan kita asalkan kita mengasihiNya dgn sungguh. Sudahkah mengasihiNya dgn sungguh-sungguh ?
Bagaimana cara Tuhan campur tangan dalam hidup manusia ?
*) Peringatan – mengingatkan ketika berada di jalan yang salah, lupa dsb
*) Penghiburan – menghiburkan : manusia tdk lepas dan tidak dapat menghindari
                          kesedihan. Namun Ia menghibur dengan macam-macam cara.
*) Petunjuk – Mengarahkan : pada jalan yang benar
Apakah tujuan Tuhan campur tangan dalam hidup manusia ?
*) Merasakan kasih Tuhan
*) Supaya manusia melakukan kehendak Tuhan
*) Menunjukkan perbuatan Tuhan itu nyata dalam hidup manusia   
Marilah kita meyakini bahwa Tuhan selalu campur tangan dalam hidup kita masing-masing dan kita bertekat untuk bersandar kepada-Nya
Bersyukur untuk campur tangan Tuhan yang sudah kita alami sampai saat ini dan yang akan kita alami.

Ringkasan khotbah 11 Januari 2014 oleh Ev. ANAM PENI ASIH

Ringkasan khotbah Minggu, 4 Januari 2015 oleh Ev. ELANI

Melangkah Bersama Tuhan
 (Kejadian 12 : 1 – 4 ; 11 – 20)

            Setiap  orang dalam hidupnya pasti pernah melakukan kesalahan dan hal itu berarti suatu perbuatan dosa di hadapan Tuhan. Orang beriman pun tidak luput dari perbuatan dosa.
            Abraham, salah seorang tokoh Alkitab yang sangat beriman, ternyata dalam hidupnya mengalami jatuh bangun dalam kehidupannya. Dia adalah seorang yang sangat taat, memiliki kepedulian  dan  seorang yang murah hati, namun dia pernah gagal dalam hidupnya. Kegagalan terjadi saat dia  mencemari kesucian rumah tangganya dan saat tidak mengakui istrinya sebagai seorang istri di hadapan orang-orang Mesir. Mengapa hal ini bisa terjadi ?  Jawabnya sederhana, karena  dia tidak mampu mengalahkan keinginan diri dan kecemasan yang terjadi dalam kehidupannya.
  Peristiwa  yang terjadi di dalam kehidupan Abraham mengingatkan kita bahwa manusia, siapa pun dia bisa mengalami kejatuhan. Memang kejatuhan tidak seharusnya terjadi dalam kehidupan Abraham maupun orang percaya jika mereka mau belajar selalu mendekatkan diri  kepada Tuhan dan terus belajar kebaikan Tuhan yang selalu memberkati umat-Nya. Abraham  sudah  belajar  dari  pengalaman hidup  bersama Tuhan
  Pengalaman  hidup membuatnya semakin memahami  siapa Tuhan dan bagaimana cara kerja  Tuhan di dalam hidupnya
  Tuhan memberi yang terbaik dan menolong kehidupannya selalu
Semua hal ini diijinkan Tuhan untuk mendekatkan manusia kepada Tuhan, juga untuk meneguhkan imannya kepada Tuhan. Iman dalam kehidupan seseorang berjalan seiring  perjalanan hidup. Dalam diri Abraham,  peristiwa demi peristiwa yang dialaminya semakin memantapkan imannya. Hal ini terbukti saat dia tidak segan untuk mempersembahkan anaknya kepada Tuhan di saat Tuhan menghendaki hal itu.
  1. Setiap orang percaya  selalu bisa jatuh ke dalam dosa
  2. Kedekatan hubungan dengan Tuhan memungkinkan  kita menjauhi dosa
  3. Kedekatan  hubungan dengan Tuhan juga menumbuhkan iman seseorang kepada Tuhan.
Iman  itu akan bertumbuh seiring perjalanan hidup di mana orang akan mendapatkan pengalaman iman yang semakin membuatnya mengerti kebaikan Tuhan
Inilah pembelajaran penting di dalam kehidupan manusia. Mengalami jatuh bangun bukan membuat  seseorang jatuh semakin dalam. Ingatlah, melangkah bersama Tuhan membawa sukacita dan pembelajaran bagi perjalanan iman . Mulailah melangkah bersama Tuhan,

 Ringkasan khotbah Minggu, 4 Januari 2015 oleh  Ev. ELANI

Ringkasan khotbah 28 Desember 2014 oleh Ev. ANAM PENI ASIH

JANJI PEMULIHAN  
Yeremia 30:1-5; 8-11

Apakah janji pemulihan itu ? Dalam perikop ini adalah :
*) Tuhan akan memulihkan, bangsa Israel dari pembuangan di Babel, yg saat itu mrk dibuang selama 70 thn. 
Apa yg menyebabkan mereka di buang
*) Orang Israel ini menyembah Baal, sampai ada yang mempersembahkan anak-anak pada Baal (Yermia 8:31), menolak firman Tuhan yg disampaikan Yeremia, hidup dlm percabulan dan kecurangan dimana-mana.
*) Pada hal seharusnya orang Israel sebagai umat pilihan itu hanya menyembah Tuhan dan itu yang Tuhan mau
Dalam keadaan seperti ini Tuhan mengutus Yeremia.
*)  Yeremia adalah nabi yang diutus Allah untuk membawa umat Israel kembali kepada Allah.  *) menyampaikan pesan Allah kepada Umat Israel.
Apa pesan Firman Tuhan yang disampaikan Yeremia ?
*) Tuhan akan memberikan hukuman jika umat Israel terus menerus menyembah berhala.  *) Tuhan sangat mengasihi umat Israel (2:2; 31:3) Namun Tuhan juga menuntut ketaatan dan kesetiaan (7:1-15)
Memang dgn berani Yeremia menyampaikan berita penghukuman dan umat Israel tdk senang mendengar pesan ini. Namun Yeremia jg menyampaikan bhw ada pengharapan bagi mrk. Apa pengharapannya ? Tuhan akan memulihkan mrk, mengembalikan mrk dr Babel, Umat Israel akan kembali Yerusalem krn setelah 70 tahun Babel akan diruntuhkan. Ketika di Babel umat Israel ini menderita, tertekan, tdk ada damai, sehingga mereka menjerit, bersteriak kepada Tuhan. Tuhan mendengar jeritan mrk (30:5).  Yeremia meyakinkan ada harapan di dalam Tuhan.
Ada JANJI PEMULIHAN untuk mereka yg menyembah Tuhan, yg percaya Tuhan :
1.    MENYELAMATKAN mereka dari hukuman v.10
Artinya : tdk selamanya umat percaya berada dalam penghukuman :  penderitaan, tekanan, ketakutan dan sebagainya. Tuhan menyelamatkan dari hukuman karena ketidaktaatan mereka,  menolak Firman Tuhan. Betapa bahagianya ketika seseorang dibebaskan dari hukuman. Dan itu Tuhan berikan karena Tuhan mengasihi Umat-Nya.
2.    MENYERTAI KEHIDUPAN mereka v11
Tuhan bukan hanya menyelamatkan mrk namun Tuhan berjanji menyertai hidup mereka supaya mereka mampu setia kpd Tuhan yang sudah membebaskan mereka dari hukuman.
KEBENARAN YANG PERLU KITA INGAT :
1). Janji Tuhan berlaku utuk semuan orang percaya (jamannya Yeremia, jaman sekarang dan yang akan datang)
2). Janji Ia dan Amin artinya : Janji Tuhan tdk pernah berubah, pasti ia akan tepati.
Jika kita kaitkan dengan hidup kita masing-masing saat ini :
Tentu kita mengerti apa janji Tuhan yang sudah digenapi dalam kehidupan kita

sampai saat ini  
·         Tuhan sdh menyertai hidup kita sampai minggu terakhir tahun 2014 ini dgn segala macam realita, ada senang-ada susah, sakit-sehat, ada siang-malam dsb.
·         Tuhan memberikan kekuatan sesuai kebutuhan kita masing2x shg dpt melayani, bekerja, membina keluarga, berelasi dengan sesama dengan segala keunikan, kelebihan, kekurangannya.
·         Tuhan menghiburkan ketika sdg susah, sakit, mungkin mengalami tekanan karena ekonomi, pekerjaan, persoalan keuangan dan sebagainya
Kita juga merasa ada janji2x Tuhan yang belum digenapi dalam hidup kita :
*) fisik yang sakit belum sembuh, persoalan yg belum mendapatkan jalan keluar, doa untuk orang yang belum terjawab, doa untuk anak, untuk suami, untuk saudara, untuk pekerjaan yang belum terjawab. Dalam keadaan demikian jangan biarkan hal ini mempengaruhi hubungan kita dengan Tuhan, marilah tetap menyembah Tuhan, hidup taat dan setia kepada Tuhan. Percayalah kita mampu menghadapi realita thn 2015 yang belum kita ketahui itu karena kita jalani bersama Tuhan yang berjanji menyelamatkan & menyertai kita selama-lamanya.
Ringkasan khotbah 28 Desember 2014 oleh Ev. ANAM PENI ASIH

Ringkasan khotbah Minggu, 21 Desember 2014 oleh dr. HARRY RATULANGI

“KASIHNYA SEMPURNA”
Yohanes :16-17 ; Roma 5:8

Kasih Allah ditunjukan dengan:
·         Memberikan Anak-Nya yang  Tunggal.
·         Mati untuk kita ketika kita masih berdosa.
·         Ini dilakukan supaya kita tidak binasa karena dosa kita tetapi mendapatkan hidup yang kekal di sorga.

Kasih-Nya sempurna artinya :
·         Tidak pakai syarat (Lukas 23:34)
·         Tidak ada batas, (Yohanes 3:16)
·         Tidak berubah, (Ibrani 13:5b)
·         Kekal (Yesaya 9:5)

Kasih-Nya sempurna berarti  Allah pasti :
·         Tidak akan mencelakakan kita,
·         Tidak akan merugikan,
·         Tidak akan mempermalukan,
·         Tidak akan mengecewakan.

Kasih-Nya yang sempurna disertai dengan :
·         Ke mahakuasaan-Nya,
·         Ke mahamuliaan-Nya,
·         Ke mahasetiaan-Nya,

Respons kita :
·         Percaya dan menerima Kasih-Nya itu (Yohanes 3:16)
·         Menerapkan kasih itu dalam kehidupan kita secara terus menerus. (Yohanes 13:34)

Bagaimana cara supaya dapat menerapkan kasih itu terus menerus ?
·         Membaca dan merenungkan Firman Tuhan (Matius 4:4)
·         Selalu minta pimpinan Roh Kudus (Galatia 5:16, 25)
·          Tetap berdoa (Lukas 18:1; 1 Tesalonika 5:17)

Ringkasan khotbah Minggu, 21 Desember 2014 oleh  dr. HARRY RATULANGI