Ringkasan khotbah Minggu, 1 Februari 2015 oleh Ev. ANAM PENI ASIH

CARILAH DAHULU KERAJAAN ALLAH & KEBENARAN-NYA 
Matius 6:33
Kita semua pernah mencari sesuatu dan ingin mendapatkan sesuatu yang kita cari itu sesuai dengan harapan kita. Tuhan sangat tahu apa yang dibutuhkan manusia namun Tuhan tidak memerintahkan spy mencari dulu yang dibutuhkan secara jasmani. Tuhan Yesus berkata pada para murid dan orang-orang yang mendengarkan pengajaran-Nya saat itu, CARILAH DAHULU KERAJAAN ALLAH & KEBENARAN-NYA, MAKA SEMUANYA AKAN DITAMBAHKAN KEPADAMU.
Kata CARILAH menunjukan perintah yang tujuannya supaya menemukan atau mendapatkan. Apa perintah Tuhan Yesus ? Mencari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Apakah kerajaan Allah itu ? Kerajaan di sini menunjukkan bahwa Allah adalah Raja yang memimpin, memerintah umat-Nya. Ketika dalam hidup ini kita sebagai umat Allah mau dipimpin oleh Allah maka hidup kita akan sesuai dengan kehendaknya, hidup kita menyenangkan Allah kita, hidup kita berada di jalan yang benar walaupun kita menghadapi banyak persoalan.  Sebaliknya jika kita hidup sesuai dengan maunya kita, mengandalkan diri sendiri, pola piker diri sendiri yang terjadi adalah bias salah jalan, tersesat akhirnya kecewa kemudian menyalahkan Tuhan. Lalu muncul perkataan Allah tidak adil, Allah tidak mendengarkan doaku, merasa orang lain tidak memperhatikan dirinya, maunya terus menerus diperhatikan. Tidak ada org yg sia-sia mencari Allah, jika mencari dengan sungguh-sungguh akan menguntungkan. Apa keuntungannya ?
*) Mendapat penghiburan, kekuatan ketika menghadapi persoalan, hikmat dlm mengambil keputusan. 
*) Ada perubahan positif, yang manis dan menyenangkan (contoh Zakheus). Oleh karena itu kita perlu introspek sidiri apakah kita sudah mencari Allah dalam arti hidup sesuai pimpinan Tuhan. Jika kita mau hidup sesuai pimpinan Allah tentu kita akan mencari Allah karena kita merasa membutuhkan Allah. 
Raja yang bagaimanakah yang harus di cari ? Yesus memberitahukan supaya mencari  Raja yang benar. Yesus sebagai Raja, sebagai Allah yang benar ia akan memimpin anak-anakNya untuk hidup yang benar, Ia tidak akan membawa anak2xNya menghadapi ujian yang tidak sesuai dengan kesanggupannya. Ketika manusia sudah hidup sesuai dengan pimpinan-Nya. Ternyata ada yang Allah janjikan, yaitu Allah akan memberikan yang kita butuhkan Apa yang kita butuhkan ? Allah  sangat tahu dan Ia memberikan yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. Firman Tuhan ini tidak dapat dipahami dengan terbalik demikian Tuhan jika masalahku sudah selesai saya maucari Tuhan  padahal selama masih hidup terus ada masalah. *) Tuhan Jika tokoku rame saya saya mau ke gereja ….. kenyataannya took tidak selalu rame mestinya kegereja tidak tergantung took rame atau sepi mestinya ibadah karena kebutuhan perlu kasih makan rohani …
*)Tuhan, Jika tidak capek saya mau cari Tuhan kenyataannya pasti capek tidur saja jika kelamaan bias capek. *) Tuhan, jika minggu tidak ada tamu …… saya mau cari Tuhan kenyataannya hari Minggu ada tamu, Tuhan mengujimana yang kita pilih berani berkata maaf saya mau ibadah atau tidak berani mengatakan …… jika kita tidak berani berkata maaf saya mau ibadah gimana jikahari lain kita lanjutkan kembali pembicaraan kita Tuhan akan menguji terus lewat tamu dan kita gagal Tuhan sedih Iblis sukacita. Kita tidak dapat dan tidak boleh ngatur Tuhan
Supaya mengikuti kemauan kita. Tuhan mengijinkan sakit supaya kita percayaTuhan dapat menyembuhkan ….. Tuhan mengijinkan ada masalah supaya kita bersandar pada Tuhan yang dapat menolong kita …
Marilah dalam menjalani hidup ini kita menyadari apapun pergumulan, persoalan dalam hidup kita bertekat setia mencari Tuhan, merenungkan firman Tuhan melalui saat teduh di rumah, Ibadah, PRT, PA percayalah dengan yang Tuhan janjikan ketika kita mencari Tuhan, dia bukan hanya tau kebutuhan kita tetapi Dia memberikan apa yang kita butuhkan. 
Ringkasan khotbah Minggu, 1 Februari 2015 oleh  Ev. ANAM PENI ASIH

Ringkasan khotbah 25 Januari 2015 oleh Pdt. AGUSTINA MANIK

HIDUP DALAM ANUGERAH TUHAN 
 2 samuel 7:18-29
Seringkali kita menganggap diri sadar akan anugerah Tuhan, karena kita tahu ada Tuhan dan saya sudah diselamatkan.  Tetapi jika kita sadar kehidupan dan berelasi dengan Tuhan ketika kita susah (atau disadarkan dengan kesusahan orang lain, spt bencana atau korban Air Asia) maka belum tentu sadar akan anugerah Tuhan, jika kita hanya mengingatNya di area rohani (pelayanan, gereja, persekutuan) jug
a belum tentu sadar akan anugerah Tuhan.  Lalu siapa ?? yakni orang yang seluruh hidupnya mempunyai relasi yang dekat dengan Tuhan disegala tempat, keadaan dan di segala situasi. Orang yang mempunyai Visi hidup yg jelas menyenangkan hati Tuhan, dan nampak dari kelakuan sehari-hari dan sikap terhadap orang lain. Dalam teks kita ada beberapa hal yang kita lihat dari hidup yang sadar pada anugerah Tuhan , teladan dari tokoh Daud. Ia seorang yang sadar pada anugerah Tuhan, karena :  
1.       Panggilan Hidup. 18-21
Daud sejak dia dipanggil untuk dinyatakan sebagai orang yang dipilih Allah, maka dia tahu apa tujuan dia hidup.  Memimpin bangsa Israel – Dia tahu bahwa firman Allah sudah menyatakan bagaimana hidupnya dan keluarganya, ini diberitahu sewaktu Daud ingin membangun rumah Tuhan dan menyampaikan kepada nabi Natan, maka Tuhan memberitahu bahwa bukan Daud, tapi keturunannya (13-15) dan ia mendengar sendiri bahwa Tuhan berjanji bahwa kerajaannya kekal selama-lamanya.  Kita tahu ini adalah janji Tuhan bahwa penjelasan tentang Mesias yang akan datang melalui keturunan Daud..Panggilan hidup penting !! Panggilan Hidup tanda kita dipakai oleh Tuhan dalam anugerahNya. Apa panggilan hidup anda ?
2.       Konsep tentang Allah yang benar .  (22,23) 
Pengetahuan kita yang semakin dalam mencerminkan kita menyadari anuegrah Tuhan. Kerinduan mengenalNya lebih dalam akan Tuhan.  Daud mempunyai konsep tentang Allah yang benar, dan pengenalannya itu menjadi dasar keputusannya dalam menjawab panggilan dan melakukan semua aktivitasnya. Pengetahuan akan Allah dan kerinduan mengenalNya melalui Sate, PA, Persekutuan, Ibadah adalah respont penting seorang yang tahu anugerah Tuhan, gimana dengan anda?
3.       Daud dalam aktivitasnya, dia rindu kehadiran Tuhan  (28-29)
“Engkaulah Allah dan segala firmanMulah kebenaran”; “supaya tetap ada dihadapanMu untuk selama-lamanya” Daud …dalam peperangan Daud seringkali bertanya pendapat Tuhan akan rencanaNya (2:1)  Daud mengindahkan tabut Tuhan, lambang kehadiran Tuhan, ia menari nari   (6:15,16) ; ia juga mempunyai keinginan untuk membangun rumah Tuhan,  intinya Daud dan segala aktivitas hidupnya tidak pernah lupa untuk menyertakan Tuhan. Jika kitapun menginginkan Allah hadir di semua aspek hidup kita, kita hormat kepadaNya maka itu lambang akan anugerahNya yang kita sadari.
4.       Daud  pernah mengalami kejatuhan, dia kembali kepadaNya
Daud bukan seorang yang sempurna adanya, kejatuhannya ditulis, nafsunya untuk memiliki bersyeba, merencanakan pembunuhan Uria , dll adalah kejahatannya yg tercatat. Namun akhirnya Daud sadar kesalahannya, dia kembali (Maz. 51).  Orang yang menyadari anugerah Tuhan akan datang kepada Tuhan dan memohon pengampunanNya, pertobatannya nyata dalam hidupnya kemudian…bagaimana dengan kita ?
5.       Daud dalam akhir hidupnya
2 samuel 23:1-4  Daud menyertakan Tuhan dalam setiap aspek karena disitulah berkat dari Tuhan, keadilan dan kebenaran adalah motivasi karyanya, kemajuan hidupnya sebagai seorang raja Israel.Sampai akhir hidupnya Daud menyatakan kebesaran Tuhan dan kemuliaanNya.  Orang yang menyadari hidup dalam anugerah Tuhan adalah akhir hidupnya menjadi teladan bagi banyak orang
Kesimpulannya : orang yang menyadari anugerah Tuhan adalah orang yang mempunyai panggilan hidup sesuai kehendakNya; seorang yang mau belajar mengenal Tuhan lebih dalam ; seorang yang selalu menyertakan Tuhan di semua aktivitas hidup; seorang yang dalam kejatuhan tetap kembali kepadaNya; seorang yang sampai akhir hidupnya memuliakan Tuhan….kiranya Tuhan menolong kita untuk sadar bahwa hidup ada dalam anugerahNya. Amin
Ringkasan khotbah 25 Januari 2015 oleh Pdt. AGUSTINA MANIK

Ringkasan khotbah Minggu, 18 Januari 2015 oleh Lz. HERMAN NAPITUPULU

Hidup yang pimpinan Tuhan
Keluaran 13 : 20 – 22 ; 15: 22-27
Seandainya kita mengerti arti yang benar dari penyertaan Tuhan, niscaya kita akan tetap teguh dan tabah dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup yang menerpa kita.Jika demikian apa arti dari penyertaan Tuhan itu?
I.         Penyertaan Tuhan bukan berarti bahwa Tuhan menjamin hidup umat-Nya bebas dari masalah
                        Alkitab menceritakan sejak bangsa Israel dibebaskan Allah keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa, Tuhan selalu menuntun umat-Nya, Tuhan menyertai umat-Nya (Keluaran 13:20-21)
            Jelas bahwa Tuhan menyertai mereka. Tidak ada orang yang meragukan hal ini. Namun, apa yang terjadi dalam perjalanan mereka selanjutnya? Masalah demi masalah datang menyambut mereka.
a.       Di dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon mereka sangat ketakutan dikejar bangsa Mesir yang ada di belakang mereka dan di depan mereka Laut Teberau
b.      Di gurun Syur mereka berjalan tanpa mendapat air selama tiga hari. sedangkan tiang awan dan tiang api masih ada di depan mereka
Apakah sungguh Tuhan menyertai kami ? Jika ya, mengapa pada faktanya mereka mengalami persoalan? Jika tidak, mengapa tiang awan dan tiang api masih ada di depan mereka? Bagaimana kita memahami ini? jika kita mengerti arti penyertaan Tuhan itu, maka kita tidak akan frustasi dan bersungut-sungut kepada Tuhan, kita tidak akan menyalahkan Tuhan karea Tuhan memang tidak pernah berjanji bahwa hidup umat-Nya akan dihindarkan atau dibebaskan dari masalah
II.  Penyertaan Tuhan berarti Tuhan menuntun umat-Nya pada jalan yang tidak salah
Keraguan yang paling sering muncul dalam menghadapi pergumulan hidup yang berat adalah apakah Tuhan sungguh memimpin kita pada jalan yang benar. Jika ya, mengapa begitu sulit?Pertanyaan yang serupa, saya kira juga ditanyakan oleh bangsa Israel saat mereka berjalan di padang gurun Syur tanpa mendapat air. Mengapa saya menduga demikian? Karena mereka tahu jalan yang lebih singkat menuju tanah Kanaan. Tetapi yang aneh, Tuhan memimpin mereka melalui jalan yang memutar, lebih jauh dan lebih lama. Celakanya, justru dalam jalan Tuhan inilah mereka kekurangan air. Tentu saja, kita dapat menduga sebagian orang-orang itu akan berpikir bahwa Tuhan membawa mereka pada jalan yang salah.
            Mereka terus berbicara dengan perasaan tidak senang mengikuti jalan Tuhan. mereka tidak lagi bisa melihat kebaikan Tuhan dan mempercayainya. Mereka bersungut-sungut. Inilah salah satu dosa yang dibenci Tuhan dari bangsa Israel. Sungut-sungut mereka baru berhenti setelah dahaga mereka dipuaskan.Tetapi, mari kita perhatikan ayat 27 yang mengatakan, “Dan sesudah itu sampailah mereka di Elim; disana ada 12 mata air dan 70 pohon korma”. Fakta ini pasti menyentak dan membuat malu orang Israel. Mengapa? Karena Elim letaknya kurang lebih 11 Km dari Mara, tempat mereka bersungut-sungut tadi. Seandainya mereka percaya bahwa Tuhan menuntun mereka pada jalan yang tidak salah, maka tentu mereka tidak akan bersungut-sungut. Mereka pasti bisa bertahan di dalam kesulitan karena mereka yakin Tuhan menyediakan Elim, tempat mereka melepaskan dahaga dan lelah mereka.
Seandainya kita tahu bahwa dengan penyertaan Tuhan suatu hari kita akan sampai pada jalan keluar yang telah dibuat oleh Tuhan, maka niscaya kita tidak akan bersungut-sungut dalam kesulitan hidup kita saat ini. Saudara, jangan pernah berpikir bahwa Tuhan sedang membawa kita pada jalan yang salah. Ia adalah Allah yang maha tahu dan mahabijak. Jalannya tidak pernah salah walaupun seringkali justru saat kita mengikuti-Nya, kita mengalami banyak kesulitan hidup. Harus kita akui ketika kegagalan-kegagalan kita alami dan rentetan musibah menimpa keluarga kira, kita sulit mengerti apa artinya penyertaan Tuhan itu. Tetapi percayalah bahwa Ia baik dan masih tetap menyertai kita. dulu, sekarang dan sampai selamanya.

Ringkasan khotbah Minggu, 18 Januari 2015 oleh  Lz. HERMAN NAPITUPULU

Ringkasan khotbah 11 Januari 2014 oleh Ev. ANAM PENI ASIH

CAMPUR TANGAN TUHAN DALAM KEHIDUPANKU
Roma 8:28
Ketika menghadapi kesulitan yang seolah-olah tanpa ada akhirnya seringkali kita akan bertanya “Apakah Allah mengerti dan peduli “?
*) Ketika kita sudah lama berdoa, mungkin kita sampai capek ber-ulangkali berdoa sampai capek, kemudian belum mendapat jawaban. Kita juga bertanya Apakah Allah mengerti dan peduli ?
*) Ketika kita tahu bagaimana Timsar, Basarnas, dari berbagai Negara datang ke Indonesia membantu mencari jenazah dari pesawat Air Asia yang hilang, orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya juga ikut mendoakan supaya semua  jenazah yang hilang dapat ditemukan. Namun dalam sudah 2 Minggu belum ketemu semua. Maka bisa muncul pertanyaan, Apakah Tuhan, mengerti, campur tangan dan peduli ?
Jawaban semua pertanyaan tersebut adalah TUHAN mengerti, peduli dan campur tangan. Dalam Roma 8:28 memberitahukan bahwa Tuhan mengerti dan campur tangan dalam segala sesuatu.
Siapakah yang dapat mengerti bahwa Tuhan campur tangan dlm segala sesuatu ?
*) YANG MENGASIHI Tuhan
Surat Roma ini di tulis Paulus ditujukan untuk jemaat di Roma. Paulus memberitahukan bhw ketika ia mengalami penderitaan itu  tdk ada bandingnya dgn sukacita yang akan dialami pd masa yang akan datang. Walaupun menderita memberitahukan spy jemaat tekun berharap kepada Tuhan. Jemaat ini dapat merasakan campur tangan jika mereka mengasihi Tuhan. Paulus bukan hanya memberitahu jemaat  mengasihi Tuhan tetapi ia sendiri juga mengasihi Tuhan, sehingga merasakan campur tangan Tuhan dalam perjalanan hidupnya dalam mengikut Tuhan. Apa penderitaan yang dialami Paulus, berulang kali ia dipenjara krn memberitakan Injil, di dera, dilempari batu, mengalami karam kapal ditengah laut (2 Kor. 11:23-28). Ketika mengasihi Tuhan akan merasakan campur tangan Tuhan. Tuhan campur tangan bukan berarti semuanya lancer, tanpa kesulitan, tanpa tantangan tetapi dapat menghadapi semua itu karena kita bersama Tuhan. Kita akan mengerti dan merasakan, bahwa Tuhan selalu campur tangan dalam kehidupan kita asalkan kita mengasihiNya dgn sungguh. Sudahkah mengasihiNya dgn sungguh-sungguh ?
Bagaimana cara Tuhan campur tangan dalam hidup manusia ?
*) Peringatan – mengingatkan ketika berada di jalan yang salah, lupa dsb
*) Penghiburan – menghiburkan : manusia tdk lepas dan tidak dapat menghindari
                          kesedihan. Namun Ia menghibur dengan macam-macam cara.
*) Petunjuk – Mengarahkan : pada jalan yang benar
Apakah tujuan Tuhan campur tangan dalam hidup manusia ?
*) Merasakan kasih Tuhan
*) Supaya manusia melakukan kehendak Tuhan
*) Menunjukkan perbuatan Tuhan itu nyata dalam hidup manusia   
Marilah kita meyakini bahwa Tuhan selalu campur tangan dalam hidup kita masing-masing dan kita bertekat untuk bersandar kepada-Nya
Bersyukur untuk campur tangan Tuhan yang sudah kita alami sampai saat ini dan yang akan kita alami.

Ringkasan khotbah 11 Januari 2014 oleh Ev. ANAM PENI ASIH