Ringkasan khotbah Minggu 1 Maret 2015 oleh Ev. ANAM PENI ASIH

KASIH KARUNIA ALLAH
Efesus 2:8-10
Apa artinya kasih karunia ? Kasih karunia è bahasa Yunani kharis : pemberian, kemurahan hati. Apa yang Allah berikan pada orang percaya  Allah pada pada orang percaya dalam hal apa ? Dalam hal ini adalah mengenai keselamatan orang percaya. Siapapun manusia ingin selamat, namun usaha apapun yg dilakukan manusia tidak akan menyelamatkannya. Karena demikian maka Tuhan memberikan keselamatan itu. Di sini Paulus mengatakan dgn tegas bhw keselamatan tdk dapat diusahakan dgn melakukan perbuatan baik,  krn pada waktu itu orang2x Yahudi berusaha dgn keras melaksanakan hukum Taurat – 10 hukum Musa spy mereka selamat. Sedangkan Paulus memberitahukan bahwa  manusia selamat itu karena kemurahan hati Allah, selamat itu pemberian Allah. Namun bukan berarti krn manusia mendapat kemurahan hati Allah kemudian hidup semaunya sendiri. Nah orang yg selamat sudah menerima kemurahan hati Allah, sudah seharusnya dan wajar melakukan perbuatan baik.
Dlm V8 Paulus berkata,  Sebab karena kasih karunia kamu di selamatkan oleh iman itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah“
Keselamatan itu memang kasih karunia Allah, tetapi hanya dapat diterima melalui iman, manusia perlu menanggapi.  Ketika manusia meresponi yaitu menerima keselamatan itu di sebut beriman
1)     Apa artinya beriman menurut Efesus 2:8 ini ?
a.    Percaya dgn sungguh2x kpd Yesus Kristus yg disalib, mati, bangkit pada hari ke 3 dan naik ke Surga. Tidak mudah utk percaya pada Yesus yg mau rela menderita, mati. Bisa saja orang mengatakan Tuhan kan dpt menghindari penderitaan, apa lagi Tuhan kok mati kan sama dgn manusia juga mati. Banyak pertanyaan yg uncul dlm pikiran manusia dan krn tdk masuk akal banyak orang tdk percaya pada Yesus sbg Juru selamat.
b.    Bertobat yaitu meninggalkan dosa dan berbalik pada Allah, contoh Paulus bertobat meninggalkan dosa dan berbalik kepada Allah
c.      Beriman termasuk ketaatan pada firman Tuhan. Iman dan ketaatan tdk dpt dipisahkan dlm hidup. Orang yg beriman dlm hidupnya mau dipimpin Tuhan
2)     Diberikan kepada siapakah Kasih Karunia Allah itu ?
1)    Kepada orang yg belum percaya spy orang spy dapat percaya Tuhan Yesus
Jika kita melihat ada macam cara kabar diberitakan melalui : penginjilan, kotbah di Youtube, siaran radio, televisi, kaset rohani dsb sebenarnya  itu merupakan bukti bhw Tuhan menyatakan kasih karunianya kpd orang yg blm percaya.
 2. Kepada orang2x yg sdh percaya Tuhan menyatakan kasih karunianya dgn mengampuni dosa manusia, memimpin hidup mereka, menyadarkan mrk bhw mrk membuthkan Tuhan shg mrk berdoa, merenungkan Firman Tuhan, mrk beribadah, mereka memberikan persembahan dan sebagainya.
Bagaimana sikap kita thd kasih karunia Allah ?
Menghargai kasih karunia Allah dlm kehidupan kita sehari-hari dgn hidup sesuai status kita sbg orang yg sdh diselamatkan .
Setelah orang percaya mengetahui bhw dirinya diselamatkan karena kemurahan hati Allah, janganlah memegahkan diri – jangan menyombongkan diri è kaukhaomai è merasa bangga. Ringkasan khotbah Minggu 1 Maret 2015 oleh Ev. ANAM PENI ASIH

Ringkasan khotbah Minggu 22 Februari 2015 oleh Ev. ANAM PENI ASIH

MENGUDUSKAN HARI SABAT
Keluaran 20:8-11

1)  APA ARTINYA SABAT ?
a)     SABAT èHARI PERHENTIAN, ISTIRAHAT
Berkaitan dgn penciptaan, selama 6 hari Allah menciptakan dunia ini dan pada hari ke 7 atau Sabat Allah berhenti berkarya. Tuhan sdh jelas memberikan contoh pada hari ke Sabat Ia berhenti berkarya. Pada jaman Musa bangsa Israel dilarang mengumpulkan mana pada hari Sabat, mengapa ? karena Tuhan sdh menyediakan jatah pada hari ke 6. Isi hukum ke 4 dari 10 Hukum Allah  berbunyi Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat, disini di awali dgn kata INGAT sementara hukum 1-3, 6-10 diawali dgn kata jangan ... jangan ada padamu allah lain, jangan membunuh, jangan berzinah, jangan berdusta, jangan mengingini ... menghormati orang tua ... Semua ini perintah Tuhan setiap hari. Sedangkan hukum ke 4 ini di tulis ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.  Ini hanya dilakukan 1 kali dalam 1 Minggu. Namun dlm kenyataannya manusia mudah lupa atau mengabaikannya shg Allah memberitahukan ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.
b)    MAKSUDNYA BERHENTI disini adalah berhenti bekerja secara jasmani
Selama 6 hari sdh bekerja, pada hari Sabat spy berhenti – istirahat dari bekerja.
Tuhan sangat mengetahui bhw manusia butuh dan perlu istirahat. Tuhan memberikan waktu kapan mesti kerja dan kapan mesti istirahat. Tuhan memberikan hari Sabat u/ kebaikan manusia, demikian pula Tuhan menghendaki spy manusia mengerti maksud baikNya Tuhan. Tuhan menghendaki spy kita ingat bhw hari Sabat kita perlu istirahat dari kerja dan ingat bhw kita perlu beribadah.
Ingatlah kita tdk akan rugi klau kita mau istirahat pada hari Sabat, karena kita melaksanakan perintah Tuhan.  Maukah kita bertekat utk melaksanakan perintah Tuhan dgn mengingat dan menguduskan hari Sabat ?
2)    MENGAPA MENGUDUSKAN HARI SABAT ?
*) Karena MENGHORMATI ALLAH, MELAKSANAKAN PERINTAH ALLAH
Kata kudus di sini artinya berbeda dgn dan hanya berlaku utk Allah. Apa yg beda ? selama 6 hari kita menggunakan waktu utk kepentingan kita di dunia. Sedangkan hari Sabat itu utk kepentingan kita di dunia dan setelah meninggalkan dunia. Menguduskan hari Sabat dapat kita wujudkan melalui ibadah pada hari Sabat. Ibadah itu merupakan perintah Tuhan tetapi ibadah  juga merupakan kebutuhan kita. Ketika  ibadah kita  memperhatikan kerohanian kita. Jika kita tahu ibadah mrp suatu kebutuhan maka kita akan memenuhi kebutuhan itu.
Seorang Teolog THOMAS WATSON dlm bukunya The Ten Commandements mengatakan :
1.    Hari Sabat adalah untuk kepentingan kita, spy kita mengenal dan mengerti kehendak Tuhan, kesibukan setiap hari dalam satu Minggu membuat lupa pada Allah, tetapi pada hari Sabat membawa Allah dalam ingatan kita.
2).  Setelah 6 hari melihat bumi, kita membutuhkan Tuhan utk melihat ke atas
Ini      apa maksudnya .... kita butuh bekerja, berelasi dgn sesama ttp kita juga membutuhkan Tuhan sbg bekal utk bekerja, berelasi, membina rumah tangga dengan baik dan melayani dgn baik.
APA AKIBATNYA JIKA MELANGGAR HARI SABAT ?Pada jaman Musa yang melanggar hari Sabat dihukum mati (Kel. 31:12-15).Tuhan berfirman dan  memberitahukan pd Musa spy di sampaikan pd Umat Israel bahwa mereka harus memelihara hari Sabat dalam arti tdk melakukan pekerjaan pd hari itu. Dan jika melanggar pasti mrk akan di hukum mati. Betapa beratnya sangsi yg Tuhan berikan  waktu itu. Mengapa demikian ? Karena Tuhan mau spy mereka dpt merasakan sukacita jika mrk mau taat pd Tuhan. Jika pada jaman Musa yg melanggar hari Sabat menerima hukuman mati, kalau kita yg hidup di jaman ini apa yg kita alami ?
        Ã¨Tuhan memberikan hari Sabat untuk kebutuhan manusia, yaitu manusia butuh istirahat dari bekerja, butuh beribadah dan butuh bersekutu dgn Allah. Marilah kita mentaati perintahNya.
Ringkasan khotbah Minggu 22 Februari 2015 oleh Ev. ANAM PENI ASIH

Ringkasan khotbah Minggu 15 Februari 2015 oleh Pdt. DJONI FEBRIANTO

YESUS ADALAH AIR HIDUP
Yohanes 4:1-15, 25-30, 34-42
Walaupun letih dan capek, Tuhan Yesus tetap mengutamakan hal yang paling utama, dalam hal ini bukan masalah air, sekalipun Dia haus sekali, tetapi Tuhan Yesus lebih mementingkan Air hidup yaitu diriNya sendiri untuk diperkenalkan kepada wanita berdosa itu.  Dalam hidup kita mari kita jangan hanya mengejar hal-hal yang sifatnya jasmani, makan dan minuman, pakaian dan tempat tinggal, memang itu semua kita butuhkan tetapi yang paling utama dalam hidup ini adalah keselamatan jiwa kita. Untuk masalah keselamatan, jangan kita pernah lelah/capek menceritakannya kepada orang lain. Jangan pernah putusasa. Cara Tuhan memperkenalkan  diriNya sebagai Air hidup  dengan cara membangun komunikasi terlebih dahulu. Tuhan menyapa wanita itu. Tuhan sengaja meruntuhkan tembok-tembok yang memisahkan  hubungan antara orang Yahudi dengan orang Samaria. Sekalipun orang Yahudi tidak  bergaul dengan orang Samaria, tetapi Tuhan Yesus justru yang pertama kali menyapa wanita itu dengan minta air. Bila kita memberitakan Yesus sebagai air hidup mari kita membangun komunikasi karena kita menyadari bahwa sesama kita juga membutuhkan Air hidup tersebut. Setelah Tuhan Yesus membangun persahabatan yang baik dengan wanita itu, tiba saatnya Tuhan Yesus memperkenalkan diriNya sebagai air hidup, siapa minum air itu, dia tidak akan haus lagi utk selama-lamanya, malahan menjadi mata air yang terus memancar sampai pada hidup yang kekal. Bahkan  lebih jelas lagi, Tuhan Yesus memperkenalkan diriNya sebagai Mesias. Di dalam kehidupan kita orang Kristen, bagian ini yang sulit kita lakukan. Sering kita sudah bersahabat dengan baik, sudah tunjukkan teladan yang baik, tetapi kita tetap sulit menceritakan Injil itu yang sebenarnya. Dengan alasan, nanti khan mereka tahu sendiri, bahwa kita ini orang Kristen. Tuhan Yesus tidak demikian: setelah Dia berhasil pendekatan dengan baik dengan wanita Samaria itu, Tuhan Yesus mulai membuka diri dengan jelas siapa diriNya.   Ketika Yesus sudah menceritakan mengenai Air hidup, maka Wanita Samaria itu menerima air hidup itu. “Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air." (Yoh 4:15). Ketika Injil diberitakan dengan jelas, maka Roh Allah akan bekerja dengan luar biasa di hati orang yg belum percaya, hasilnya mereka mau menerima Air hidup itu. Jadi penting pemberitaan kita tentang Yesus sebagai Air Hidup, disampaikan sejelas-jelasnya. Tuhan memakai wanita berdosa yang sdh bertobat itu.  Melalui kesaksian wanita samaria itu, seluruh kota Sikhar mengenal Tuhan Yesus dan percaya kpd Tuhan Yesus. Sungguh menyenangkan orang berdosa, yang bersedia membuka hati kepada Tuhan Yesus, mau dikoreksi dan bertobat, maka selanjutnya di pakai Tuhan luar biasa.

Ringkasan khotbah Minggu 15 Februari 2015 oleh Pdt. DJONI FEBRIANTO

Ringkasan khotbah Minggu 8 Februari 2015 oleh Ev. InDRI TEKNO WIDJOYO

DIBERKATILAH ORANG YANG MENGANDALKAN TUHAN
Yeremia  17:5--8

          Yeremia melayani selama 40 tahun di Israel. Ia menjadi perantara Allah untuk memimpin Yehuda. Ia sedih karena orang – orang Israel bukan menyembah Allah tapi menyembah Baal. Tuhan berfirman kepada orang Israel “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari TUHAN!

Mengapa TUHAN berfirman  terkutuklah ??
1.    Orang-Orang Israel lebih percaya kepada berhala
2.    Menyembah patung
3.    Saat itu raja Yehuda minta tolong orang Mesir untuk membanttu di dalam peperangan
Terkutuklah yang mengandalkan manusia artinya kekayaannya, kesehatannya, kepandaian dan sebagainya. Bersandar pada semua itu akan sia-sia karena manusia dapat meninggal, ada batasnya, tidak dapat berbuat baik seterusnya, manusia dapat beruabah baik juga bisa berubah jahat.
Bagaimana keadaan orang yang terkutuk ?
*) Ia akan seperti  semak bulus di padang belantara
*) Ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik
Akibat bersandar pada manusia :
*) Ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun
*) Ia tidak akan mengalami keadaan baik

Jika mengandalkan Tuhan V7.
*) Diberkati Tuhan. Berkat itu bukan hanya dalam bentuk materi tetapi juga penerimaan dari Tuhan berupa keseamatan, pengampunan dosa, kekuatan iman, kesabaran dan sebagainya.
*) Ia seperti pohon yang ditanam di tepi air
*) Merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air
*) Tidak mengalami datangnya panas terik
*) Tidak kuatir dalam tahun kering dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Orang yang mengandalkan Tuhan akan bertemu dengan Yesus, tidak kuatir, tidak cemas, akan menghasilkan buah, akan menjadi berkat bagi orang lain dan sebagainya.
Marilah dalam menjalani hidup kita bertekat hanya mengandalkan sehingga kita dapat merasakan bagaimana Tuhan memberkati sesuai kebutuhan kita masing-masing dan janganlah mengandalkan hal-hal yang sementara dalam dunia ini seperti materi, jabatan, kepandaian dan sebagainya. 
Ringkasan khotbah Minggu 8 Februari 2015 oleh Ev. InDRI TEKNO WIDJOYO