Ringkasan khotbah, Minggu 3 November 2013 oleh Ev. Anam Peni Asih

TERGERAKLAH HATI-NYA OLEH BELAS KASIHAN 
 Lukas 7:11-17
Dlm bagian ini kita melihat suatu realita dimana manusia tidak dapat menolong dirinya sendiri, orang lain tdk dapat menolong, orang lain tdk dpt menghibur sesama yang sedang mengalami kesedihan. Namun Tuhan menyatakan belas kasihan walaupun manusia tdk minta pertolongan pada-Nya.
Di sini dikisahkan ada seorang janda mempunyai seorang anak laki2x, meninggal V12. Sesuatu yg umum dan wajar jika Janda ini sedih.  Tdk ada yg dpt menghibur & menolong janda yg sedang sedih ini. Walaupun banyak orang2x yg ikut merasakan kesedihan Janda ini. Menurut tradisi Yahudi keluarga akan berkabung selama 30 hari. Mengelilingi kota Nain secara berarak-arakan dgn melilitkan kain kabung,  jika keluarganya mampu akan menyewa orang spy menangis utk menunjukkan bhw mereka sdg sedih. Apakah yg dilakukan banyak orang dpt menghilangkan kesedihannya ? tentu tdk.  Janda ini sdh tua dan sdh tdk ada lagi yg menopang di hari tuanya. Waktu itu Tuhan Yesus sdg di kota Nain, namun ia blm pernah mendengar mengenai siapa Yesus, tdk mengetahui bhw Yesus dpt menghidupkan orang mati. Berbeda dgn Marta yg mendengar bhw Yesus dtg ke Betania, ia mengatakan sekiranya Engkau ada di sini pasti suadaraku tdk mati. Marta berkata demikian, krn tahu, mengenal dan percaya bhw Yesus adalah Tuhan. Sementara janda ini tdk mengenal apalagi percaya Yesus. Walaupun demikian ketika Tuhan melihat janda ini, TERGERAKLAH HATI-NYA OLEH BELAS KASIHAN (v.13). Tuhan menghibur dgn mengatakan, JANGAN MENANGIS dan Tuhan membangkitkan anak yg mati ini lalu menyerahkan pd ibunya (v.14-15).     

APA DAMPAKNYA YESUS BERBELAS KASIHAN ?
1.    Semua orang ketakutan v.16a – Yunani PHOBOS - MENGHORMATI Allah
Exs : Orang2x pada waktu itu meremehkan Yesus, krn mrk menganggap bhw Yesus hanyalah manusia biasa, anaknya Yusup tukang kayu.
Namun Yesus ini mempunyai belas kasihan yg besar yg tdk di miliki orang lain, yg tdk dpt dilakukan orang lain. Ketika orang banyak melihat dgn mata mrk sendiri apa yg Tuhan perbuat pd janda yg blm pernah Tuhan lihat, demikian juga sebaliknya janda ini blm pernah melihat Yesus namun Yesus sedemikian rupa berbelas kasihan pada janda ini. Akhirnya orang2x menghormati Allah. Dgn jelas yg Tuhan lakukan menimbulkan pengaruh, reaksi dan tindakan bagi orang banyak yg semula meremehkan,  yg semula  mrk anggap hanyalah manusia biasa, hanya anaknya tukang kayu berubah menjadi menghormati Yesus. Dengan melihat apa yg sdh Tuhan perbuat pada si janda, itu sdh cukup bagi  mereka untuk MENGHORMATI ALLAH.   
Kita mengetahui siapakah Yesus melalui firman Tuhan yg ditulis dlm Alkitab. Kita sdh merasakan bgm Tuhan menghibur, menolong,  memberikan kekuatan ketika merasa sdh tdk berdaya dlm menghadapi realita. Kita yg berdosa seharusnya binasa namun diselamatkan. Semua itu Tuhan berikan sbg bukti bhw Ia berbelas kasihan pd umat-Nya.  Apakah semuanya blm cukup bagi kita untuk MENGHORMATI ALLAH ? Marilah kita menghormati Allah dengan mentaati perintah-Nya.

2.    SEMUA ORANG MEMULIAKAN ALLAH V16b.
Memuliakan – doksazo – memuji Allah. Semua orang akhirnya menyadari bhw Allah itu layak menerima pujian, mrk mengakui bhw Allah telah melawat (menolong) umat-Nya. Melalui perkataan mrk bercerita pd banyak orang mengenai siapa Yesus.  Mrk memuji, memuliakan Allah setelah melihat Yesus menghibur dan berbelas kasihan pada seorang Janda.  Di sini ada 2 kelompok orang banyak : yg bersama Tuhan Yesus (v.11) dan  yg bersama seorang janda yg akan mengantar anak muda yg mati ke pemakaman.  Dua kelompok yg berarak-arakan ini melihat kisah nyata bgm Tuhan Yesus menghibur dan berbelas kasihan pd seorang janda yg sedih dan blm mengenal Tuhan.  Kemudian mereka memuji, memuliakan Tuhan, menceritakan mengenai Tuhan Yesus.   
Marilah kita memuliakan Allah dalam kehidupan kita karena Dia layak untuk dimuliakan.

(Ringkasan khotbah, Minggu 3 November 2013 oleh  Ev. Anam Peni Asih) 

Ringkasan khotbah, Minggu 27 Oktober 2013 oleh Ev. Pdt. Djoni Febrianto


HARI SABAT UNTUK MANUSIA  
Kel 20:8; 31:15
Bila kita membaca dua ayat di atas, maka kesan kita hari Sabat adalah untuk kepentingan Tuhan. Bila umat Tuhan tidak menguduskan hari Sabat, maka hukumannya mati. Tetapi sesungguhnya hari Sabat bukan hanya untuk kepentingan Tuhan, tetapi justru untuk kepentingan umat Tuhan.  Di dalam Markus 2:27 Tuhan Yesus berkata : "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat.” Paling tidak ada 3 berkat dari kita menguduskan hari Sabat :
1.      Hari Sabat membuat relasi kita dengan Tuhan semakin dipererat.  Ketika relasi kita dengan Tuhan  terjalin indah, maka relasi kita dengan sesama juga akan menjadi indah. Bahkan semangat kita tidak akan pudar dalam menjalani hari-hari hidup kita. Orang yang beribadah kepada Tuhan dapat digambarkan seperti HP yang tadinya sudah low batereinya kemudian dicas menjadi kuat kembali.   Dalam hidup kita manusia, seringkali kita  putusasa, kecewa, down dll, tetapi lewat ibadah, maka iman kita dikuatkan.  Kita akan bangkit kembali dalam mengiring Tuhan dan menjalani segala aktivitas kita. Jadi ibadah itu mengandung berkat yang luar biasa.
2.      Hari Sabat memberikan waktu kepada kita untuk berelasi dengan sesama Hari Senin-Sabtu, kita semua sibuk, suami sibuk, istri sibuk, anak-anak sibuk. Diharapkan pada hari Sabat Tuhan, suami, istri dan anak-anak dapat memiliki waktu bersama untuk berkomunikasi,  berelasi, berekreasi dll, sehingga hubungan di antara mereka di segarkan kembali.  Suami dapat menyenangkan istri, istri dapat menyenangkan suami, orang tua dapat menyenangkan anak, dan anak dapat menyenangkan orang tua. Sehingga di hari Sabat hubungan keluarga/family makin diperbaharui.
3.      Hari Sabat memberikan waktu kepada kita untuk melayani Tuhan. Sungguh indah ketika suami dapat melayani Tuhan, demikian juga dengan istri dan anak-anak.  Cinta kepada Tuhan diwujudkan lewat pelayanan.  Pelayanan dapat dilakukan di dalam gereja atau diluar gereja. Dengan demikian di hari Sabat banyak keluarga dipakai oleh Tuhan untuk melayani sesamanya, menjadi berkat bagi orang lain. Tentunya ada satu sukacita yang meluap ketika kita dapat melayani Tuhan.
4.      Hari Sabat memberikan waktu kepada kita untuk beristirahat.  Tuhan sudah menentukan 6 hari lamanya waktu untuk kita bekerja, dan pada hari ketujuh waktu kita untuk beristirahat.  Bila kita paksakan terus untuk bekerja, maka tubuh kita pasti akan lemah dan mudah sakit.  Sungguh luar biasa, Tuhan menyediakan berkat besar dibalik waktu istirahat. Setelah kita selesai beristirahat, maka tubuh kita segar kembali, pikiran kita segar kembali, bahkan bisa muncul ide-ide yang cemerlang dalam kita bekerja atau melayani Tuhan.
Jadi hari sabat bukan hanya untuk kepentingan Tuhan tetapi juga untuk kepentingan manusia. Tuhan mau agar manusia dekat dengan Tuhan, dekat dengan sesamanya, dan rajin melayani Tuhan serta beristirahat dari segala jerih payahnya.    
(Ringkasan khotbah, Minggu 27 Oktober 2013 oleh Ev. Pdt. Djoni Febrianto)

KEADILAN TUHAN 
Mazmur 37:1-11

Kita sudah mengetahui  Tuhan itu adil dan Tuhan selalu bersikap adil pada semua manusia. Namun ada kalanya kita merasa diperlakukan tidak adil, kita merasa benar sehingga kita berkata mengapa ini terjadi dlm hidupku.  
Apakah artinya adil ? Kata ADIL artinya : 1. tidak berpihak.   2. yang sepatutnya
Contoh : benar katakan benar, salah  katakan salah
Jika umat Tuhan sudah hidup benar, menurut kita seharusnya hidup enak dalam arti pekerjaan lancar, tidak ada masalah, semua baik sehingga kita mengatakan TUHAN itu adil. Namun bagaamana jika sudah hidup benar tapi banyak masalah? Apakah Tuhan tidak adil ? Seseorang yang hidup benar kemudian ada masalah bukan berarti Tuhan tidak adil, Tuhan tetap adil, dalam hal ini TUHAN SEDANG MENGUJI IMAN  SESEORANG. Contoh : AYUB, YUSUP dan lain-lain. Jika kita orang berdosa, melakukan kesalahan kemudian menerima hukuman Tuhan è jelas ini Tuhan berlaku adil, tetapi kita orang yang berdosa diselamatkan, menjadi ahli waris kerajaan Allah, ini KASIH dan ANUGERAH TUHAN yang  ISTIMEWA untukk kita yang berdosa.
Dalam bagian ini dapat kita  mengetahui keadilan Allah dalam hidup manusia.  V5. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak. Daud mengakui keadilan Allah, bahwa Allah itu akan bertindak.  Apa tindakan Allah untuk menyatakan keadilan bagi manusia ?
1). ALLAH AKAN MELENYAPKAN ORANG YANG BERBUAT JAHAT (v.9, v.10)
Tuhan akan membuat perhitungan dgn orang jahat, semula Daud memandang, merasa sepertinya kehidupan orang jahat lebih baik, lebih enak, bahagia. Mengapa Daud punya anggapan demikian ? Daud menang mengalahkan Goliat. Saul iri hati, marah,  ngejar-ngejar Daud, mau membunuh Daud,  Salahkah Daud ? Haruskah Saul marah dan irihati melihat keberhasilan Daud mengalahkan Goliat ? Daud tdk bersalah, krn Daud menang pun seijin dan atas pertolongan Tuhan. Seharusnya tidak ada alasan bagi Saul marah pada Daud. Bisa saja Daud mengatakan di mana keadilan Tuhan ? Ternyata Saul tidak dapat bertahan lama, akhirnya pengikut Saul berpindah ikut Daud, dan Saul mati waktu perang. Tuhan menempatkan Daud untuk menggantikan Saul.  Ketika Daud melihat hal ini (Daud sudah menjdi raja dan sdh tua) ia  menasihati, mengingatkan  jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan irihati kpd orang  yg berbuat curang (v.2), jangan marah krn org yg berhasil dlm hidupnya krn tipu daya (v7b), berhentilah marah dan tinggalkan panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kpd kejahatan (v.8)
Daud juga memberikan nasihat bkn hanya ditujukan utk orang Israel saja, tpi juga utk kita,  jangan marah, jangan irihati berdiam dirilah di hadapan Tuhan – berdoalah pd Tuhan; berserah pd Tuhan v5, dan tetaplah lakukan yg baik (v.3a)
2) ALLAH AKAN MEMUNCULKAN KEBENARAN – V. 6
Allah akan menyatakan pd seseorang benar dinyatakan benar; salah dinyatakan salah.  Memang seringkali kebenaran dan hak orang benar bisa saja seperti diselubungi, tertutup awan untuk sementara waktu, di cela, tdk diperhitungkan. Namun pada waktu yg tepat Tuhan akan memunculkan kebenaran dan itu mrp suatu kehormatan. Daud merasakan bhw TUHAN itu berpihak, membela yg benar. Tuhan yg punya hak untuk membalas, kita tidak mempunyai hak membalas kejahatan ketika seseorang berlaku jahat.  Di sini Daud mengumpamakan TUHAN akan memunculkan kebenaran spt terang dan siang, artinya adalah KEBENARAN ITU AKAN DIMUNCULKAN TUHAN DGN JELAS, TIDAK ADA YANG DAPAT MENUTUPI KEBENARAN DAN MEMANG TiDAK DAPAT DITUTUPI. 
Jika kita melihat realita dalam kehidupan manusia benar dapat disalahkan dan salah dapat dibenarkan. Yang dapat kita lakukan adalah menyerahkannya kepada Tuhan, karena Dia yang akan bertindak dengan keadilan-Nya.  
(Ringkasan khotbah, Minggu 13 Oktober 2013 oleh Ev. Anam Peni Asih)

Ringkasan khotbah, Minggu 6 Oktober 2013 oleh Lz. HERMAN NAPITUPULU

Dipanggil dan diutus Tuhan
Kejadian  12:1-9
               
Defenisi  Dan Tujuan Panggilan Allah
            Arti dipanggil adalah dipisahkan dari. Dari mana?? Dari kumpulannya, sehingga orang yang dipisahkan itu berbeda dari kumpulan sebelumnya. Bukan suatu kebetulan apabila kisah pemanggilan Abraham ini setelah kisah pemberontakan manusia yang ingin membangun menara babel. Allah memanggil/memisahkan Abraham untuk dipakai sebagai alat untuk memperbaharui lingkungannya.
Apa Yang Kita Butuhkan Untuk Meresponi Panggilan Tuhan?
Mengapa orang Kristen sering gagal meresponi panggilan Tuhan? karena seringkali hanya mengandalkan skillnya. Skill itu adalah kebutuhan yang sekunder di dalam kekristenan. Kebutuhan pokok yang dibutuhkan adalah iman. Abraham meresponi panggilan Allah dengan iman. Perintah Allah dalam bagian ini bukanlah sesuatu yang mudah. Abraham dituntut untuk memiliki iman yang besar. Mengapa?? karena ia masih belum tahu tempat yang ia tuju. Kapan ia akan tahu tempat tersebut? Allah tidak memberitahu dia. Kapan dia akan memiliki negeri itu? Allah tidak memberitahu dia. Apakah tempat itu lebih baik daripada negeri Abraham sekarang? Allah tidak memberitahu dia. Allah hanya berjanji akan menunjukkan tempat itu. Kalau Abraham beriman, maka ia bukan hanya akan melihat, tetapi juga memiliki negeri itu (band. 12:7; 13:14-17).
Janji Allah Kepada Orang Yang Meresponi Panggilan Tuhan
Allah memang memberikan perintah yang sulit kepada Abraham, namun Allah juga menyediakan janji yang luar biasa. Janji yang luar biasa ini adalah tentang berkat Tuhan. Hal ini dapat dilihat dari pemunculan akar kata “berkat” dalam teks ini. Kata “berkat” atau “memberkati” yang muncul 5 kali di pasal 1-11 sekarang muncul 5 kali juga hanya dalam 3 ayat (Kej 12:1-3). Beberapa elemen penting dari berkat juga muncul di sini, yaitu tanah (Kej 12:1), keturunan yang banyak (Kej 12:2a) dan kemakmuran (Kej 12:2b). Janji terakhir yang diberikan Allah kepada Abraham adalah Abraham akan menjadi berkat (ayat 2d). Menerima berkat adalah berkat, tetapi berkat terbesar adalah ketika seseorang menjadi berkat (band. Kis 20:35). Ini merupakan berkat di atas segala berkat. Berkat ini merupakan tujuan dari pemberian semua berkat sebelumnya. .
 (Ringkasan khotbah, Minggu 6 Oktober 2013 oleh  Lz. HERMAN NAPITUPULU)