Ringkasan khotbah Minggu, 4 Januari 2015 oleh Ev. ELANI

Melangkah Bersama Tuhan
 (Kejadian 12 : 1 – 4 ; 11 – 20)

            Setiap  orang dalam hidupnya pasti pernah melakukan kesalahan dan hal itu berarti suatu perbuatan dosa di hadapan Tuhan. Orang beriman pun tidak luput dari perbuatan dosa.
            Abraham, salah seorang tokoh Alkitab yang sangat beriman, ternyata dalam hidupnya mengalami jatuh bangun dalam kehidupannya. Dia adalah seorang yang sangat taat, memiliki kepedulian  dan  seorang yang murah hati, namun dia pernah gagal dalam hidupnya. Kegagalan terjadi saat dia  mencemari kesucian rumah tangganya dan saat tidak mengakui istrinya sebagai seorang istri di hadapan orang-orang Mesir. Mengapa hal ini bisa terjadi ?  Jawabnya sederhana, karena  dia tidak mampu mengalahkan keinginan diri dan kecemasan yang terjadi dalam kehidupannya.
  Peristiwa  yang terjadi di dalam kehidupan Abraham mengingatkan kita bahwa manusia, siapa pun dia bisa mengalami kejatuhan. Memang kejatuhan tidak seharusnya terjadi dalam kehidupan Abraham maupun orang percaya jika mereka mau belajar selalu mendekatkan diri  kepada Tuhan dan terus belajar kebaikan Tuhan yang selalu memberkati umat-Nya. Abraham  sudah  belajar  dari  pengalaman hidup  bersama Tuhan
  Pengalaman  hidup membuatnya semakin memahami  siapa Tuhan dan bagaimana cara kerja  Tuhan di dalam hidupnya
  Tuhan memberi yang terbaik dan menolong kehidupannya selalu
Semua hal ini diijinkan Tuhan untuk mendekatkan manusia kepada Tuhan, juga untuk meneguhkan imannya kepada Tuhan. Iman dalam kehidupan seseorang berjalan seiring  perjalanan hidup. Dalam diri Abraham,  peristiwa demi peristiwa yang dialaminya semakin memantapkan imannya. Hal ini terbukti saat dia tidak segan untuk mempersembahkan anaknya kepada Tuhan di saat Tuhan menghendaki hal itu.
  1. Setiap orang percaya  selalu bisa jatuh ke dalam dosa
  2. Kedekatan hubungan dengan Tuhan memungkinkan  kita menjauhi dosa
  3. Kedekatan  hubungan dengan Tuhan juga menumbuhkan iman seseorang kepada Tuhan.
Iman  itu akan bertumbuh seiring perjalanan hidup di mana orang akan mendapatkan pengalaman iman yang semakin membuatnya mengerti kebaikan Tuhan
Inilah pembelajaran penting di dalam kehidupan manusia. Mengalami jatuh bangun bukan membuat  seseorang jatuh semakin dalam. Ingatlah, melangkah bersama Tuhan membawa sukacita dan pembelajaran bagi perjalanan iman . Mulailah melangkah bersama Tuhan,

 Ringkasan khotbah Minggu, 4 Januari 2015 oleh  Ev. ELANI

Ringkasan khotbah 28 Desember 2014 oleh Ev. ANAM PENI ASIH

JANJI PEMULIHAN  
Yeremia 30:1-5; 8-11

Apakah janji pemulihan itu ? Dalam perikop ini adalah :
*) Tuhan akan memulihkan, bangsa Israel dari pembuangan di Babel, yg saat itu mrk dibuang selama 70 thn. 
Apa yg menyebabkan mereka di buang
*) Orang Israel ini menyembah Baal, sampai ada yang mempersembahkan anak-anak pada Baal (Yermia 8:31), menolak firman Tuhan yg disampaikan Yeremia, hidup dlm percabulan dan kecurangan dimana-mana.
*) Pada hal seharusnya orang Israel sebagai umat pilihan itu hanya menyembah Tuhan dan itu yang Tuhan mau
Dalam keadaan seperti ini Tuhan mengutus Yeremia.
*)  Yeremia adalah nabi yang diutus Allah untuk membawa umat Israel kembali kepada Allah.  *) menyampaikan pesan Allah kepada Umat Israel.
Apa pesan Firman Tuhan yang disampaikan Yeremia ?
*) Tuhan akan memberikan hukuman jika umat Israel terus menerus menyembah berhala.  *) Tuhan sangat mengasihi umat Israel (2:2; 31:3) Namun Tuhan juga menuntut ketaatan dan kesetiaan (7:1-15)
Memang dgn berani Yeremia menyampaikan berita penghukuman dan umat Israel tdk senang mendengar pesan ini. Namun Yeremia jg menyampaikan bhw ada pengharapan bagi mrk. Apa pengharapannya ? Tuhan akan memulihkan mrk, mengembalikan mrk dr Babel, Umat Israel akan kembali Yerusalem krn setelah 70 tahun Babel akan diruntuhkan. Ketika di Babel umat Israel ini menderita, tertekan, tdk ada damai, sehingga mereka menjerit, bersteriak kepada Tuhan. Tuhan mendengar jeritan mrk (30:5).  Yeremia meyakinkan ada harapan di dalam Tuhan.
Ada JANJI PEMULIHAN untuk mereka yg menyembah Tuhan, yg percaya Tuhan :
1.    MENYELAMATKAN mereka dari hukuman v.10
Artinya : tdk selamanya umat percaya berada dalam penghukuman :  penderitaan, tekanan, ketakutan dan sebagainya. Tuhan menyelamatkan dari hukuman karena ketidaktaatan mereka,  menolak Firman Tuhan. Betapa bahagianya ketika seseorang dibebaskan dari hukuman. Dan itu Tuhan berikan karena Tuhan mengasihi Umat-Nya.
2.    MENYERTAI KEHIDUPAN mereka v11
Tuhan bukan hanya menyelamatkan mrk namun Tuhan berjanji menyertai hidup mereka supaya mereka mampu setia kpd Tuhan yang sudah membebaskan mereka dari hukuman.
KEBENARAN YANG PERLU KITA INGAT :
1). Janji Tuhan berlaku utuk semuan orang percaya (jamannya Yeremia, jaman sekarang dan yang akan datang)
2). Janji Ia dan Amin artinya : Janji Tuhan tdk pernah berubah, pasti ia akan tepati.
Jika kita kaitkan dengan hidup kita masing-masing saat ini :
Tentu kita mengerti apa janji Tuhan yang sudah digenapi dalam kehidupan kita

sampai saat ini  
·         Tuhan sdh menyertai hidup kita sampai minggu terakhir tahun 2014 ini dgn segala macam realita, ada senang-ada susah, sakit-sehat, ada siang-malam dsb.
·         Tuhan memberikan kekuatan sesuai kebutuhan kita masing2x shg dpt melayani, bekerja, membina keluarga, berelasi dengan sesama dengan segala keunikan, kelebihan, kekurangannya.
·         Tuhan menghiburkan ketika sdg susah, sakit, mungkin mengalami tekanan karena ekonomi, pekerjaan, persoalan keuangan dan sebagainya
Kita juga merasa ada janji2x Tuhan yang belum digenapi dalam hidup kita :
*) fisik yang sakit belum sembuh, persoalan yg belum mendapatkan jalan keluar, doa untuk orang yang belum terjawab, doa untuk anak, untuk suami, untuk saudara, untuk pekerjaan yang belum terjawab. Dalam keadaan demikian jangan biarkan hal ini mempengaruhi hubungan kita dengan Tuhan, marilah tetap menyembah Tuhan, hidup taat dan setia kepada Tuhan. Percayalah kita mampu menghadapi realita thn 2015 yang belum kita ketahui itu karena kita jalani bersama Tuhan yang berjanji menyelamatkan & menyertai kita selama-lamanya.
Ringkasan khotbah 28 Desember 2014 oleh Ev. ANAM PENI ASIH

Ringkasan khotbah Minggu, 21 Desember 2014 oleh dr. HARRY RATULANGI

“KASIHNYA SEMPURNA”
Yohanes :16-17 ; Roma 5:8

Kasih Allah ditunjukan dengan:
·         Memberikan Anak-Nya yang  Tunggal.
·         Mati untuk kita ketika kita masih berdosa.
·         Ini dilakukan supaya kita tidak binasa karena dosa kita tetapi mendapatkan hidup yang kekal di sorga.

Kasih-Nya sempurna artinya :
·         Tidak pakai syarat (Lukas 23:34)
·         Tidak ada batas, (Yohanes 3:16)
·         Tidak berubah, (Ibrani 13:5b)
·         Kekal (Yesaya 9:5)

Kasih-Nya sempurna berarti  Allah pasti :
·         Tidak akan mencelakakan kita,
·         Tidak akan merugikan,
·         Tidak akan mempermalukan,
·         Tidak akan mengecewakan.

Kasih-Nya yang sempurna disertai dengan :
·         Ke mahakuasaan-Nya,
·         Ke mahamuliaan-Nya,
·         Ke mahasetiaan-Nya,

Respons kita :
·         Percaya dan menerima Kasih-Nya itu (Yohanes 3:16)
·         Menerapkan kasih itu dalam kehidupan kita secara terus menerus. (Yohanes 13:34)

Bagaimana cara supaya dapat menerapkan kasih itu terus menerus ?
·         Membaca dan merenungkan Firman Tuhan (Matius 4:4)
·         Selalu minta pimpinan Roh Kudus (Galatia 5:16, 25)
·          Tetap berdoa (Lukas 18:1; 1 Tesalonika 5:17)

Ringkasan khotbah Minggu, 21 Desember 2014 oleh  dr. HARRY RATULANGI

Ringkasan khotbah Minggu, 14 Desember 2014 oleh Ev. NANIK WOELANDARI

SESUNGGUHNYA AKU INI HAMBA TUHAN
Lukas 1:38

            Adalah sebuah kekeliruan ketika istilah “hambaTuhan” dikenakanhanya kepada para pendeta, penginjil maupun lulusan sekolah Alkitab. Alkitab mengatakan bahwa istilah tersebut ditujukan kepada setiap anak-anak Tuhan yang memang dipanggil untuk melayani Tuhan.Namun, pada kenyataannya tidak semua anak Tuhan memahami hal ini apalagi tanggap untuk meresponinya dengan benar. Belajar dari  Maria, setidaknya ada dua hal yang kita perlu teladani.
1.    Memahami bahwa panggilan untuk melayani Tuhan adalah sebuah anugerah (ay.30).Seperti kebanyakan orang Maria adalah warga Yahudi biasa.Kurang dikenal kecuali oleh anggota keluarganya sendiri. Dia masih muda, sederhana dan akan menikah dengan Yusuf, tunangannya.  Sampai suatu hari Maria mendapatkan kunjungan istimewa dari malaikat Gabriel untuk menyampaikan firman Allah kepadanya.    Ayat 30 berbunyi, “….engkau beroleh kasih karunia” atau “charis.”Sesuatu yang kita dapatkan walaupun kita tidak layak  menerimanya.  Kebalikan dengan prestasi: sesuatu yang kita peroleh karena kita bekerja.  Maria mendapatkan kasih   karunia bukan prestasi. Dia dipilih  bukankarena paling baik dari antara sesamanya, melainkan karena kemurahan kasihkarunia Allah.
Sebagai orang Kristen, Kristus menebus kita bukan hanya untuk menyelamatkan kita tetapi juga untuk menjadikan kita sebagai para pelayanNya. Namun, dalam kehidupan pelayanan dan bergereja, seringkali kita menjumpai orang Kristen yang menolak untuk melayani Tuhan dengan segudang alasan atau sebaliknya terlibat aktif dalam pelayanan sambil merinci kanapa saja yang sudah dialakukan untuk Tuhan.  Tentu saja hal ini sangat menyedihkan mengingat bahwa kita hanyalah alat yang dipakai oleh Tuhan dimana seluruh kemampuan kita dalam melayani Tuhan adalah pemberianNya. Tidak ada orang yang tidak mampu untuk melayani karena Tuhan pasti memberikan kemampuan. Dan juga tidak ada orang yang terlalu berjasa dalam pelayanan karena Tuhanlah yang mengerjakan semuanya itu di dalam diri kita menurut kehendakNya.  
2. Memahami bahwa panggilan Tuhan harus diresponi dengan ketaatan penuh. Anugerah yang diterima oleh Maria bukanlah tanpa resiko. Sebaliknya, memiliki
resiko yang tinggi seperti kesalah pahaman Yusuf yang mengakibatkan dia akan menceraikan Maria diam-diam (bdk. Mat.1:18-19); kesalahapahaman dari keluarga besarnya dan warga sekitar; hukuman mati menurut Taurat
(Ul.22:20-21).
Sedikit orang Kristen yang memahami bahwa anugerah tidak selamanya menjadi sesuatu yang mengenakkan dan menyenangkan. Ada kesulitan dan penderitaan dari sebuah anugerah. Namun, Maria tetap tunduk dan tidak membantah. Sebaliknya, berkata, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”Kalimat yang singkat, namun menunjukkan iman yang hebat.  John Calvin: ini merupakan buktinyata dari iman, kalau kita mengekang pikiran kita, dan menaklukannya sehingga tidak berani menjawab ini atau itu kepada Allah: karena keberanian dalam berbantah adalah ibu dari ketidak percayaan.
Ketaatan mutlak Maria bersumber pada iman dan pengenalannya yang benar akan Allah.  Kita harus memahami bahwa kita mengabdi bukan kepada sembarang Tuan melainkan kepada Allah yang Maha tinggi sebagai Tuan kita.Walaupun kehendak Allah penuh dengan tantangan, kita tetap taat kepada kehendakNya karena kita percaya akan  Pribadi dan perkataanNya sehingga setiap kali kehendak Allah dinyatakan kepada kita, kita bisa berkata, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
Pertanyaan untuk direnungkan kembali:
1.    Sejauhmana Saudara memahami panggilan untuk melayani Tuhan sebagai sebuah anugerah/kasihkarunia?
2.    Kalau Tuhan memberikan firman yang kelihatannya tidak logis bagi saudara, maukah saudara percaya? Maukah Saudara tunduk kepada perintahNya walaupun penuh resiko/mendatangkan kerugian besar bagi saudara?
Ringkasan khotbah Minggu, 14 Desember 2014 oleh  Ev. NANIK WOELANDARI